Kenapa manusia seolah-olah tidak menginginkan perbedaan?
Bukankah Tuhan memberikan warna pada dunia ini melalui perbedaan?
Mungkin good readers sering menemukan hal yang berbeda dalam diri masing-masing. Tapi, karena takut menjadi berbeda, akhirnya kita menutupi perbedaan tersebut, menguburnya dalam-dalam. Pernah?
Gue, terlahir sama seperti manusia lain, sama seperti anak-anak lain. Gue terlahir dengan tangisan bahagia orang-orang di sekeliling gue. Gue lahir dengan tangisan, penuh peluh, penuh darah, lemah tak berdaya. Sama seperti manusia lainnya.
Gue tumbuh sama seperti anak-anak lain. Tetapi, suatu hari gue mulai menyadari ternyata ada hal yang berbeda dalam diri gue. Lalu gue mulai bertanya-tanya. Sebenarnya, siapa sih gue? Gue itu apa? Apa ini? Apa itu? Kenapa ini begini? dan teman-temannya.
Lalu gue mulai menemukan sebagian kepingan dari diri gue. Ternyata gue ARSFGQBSVUGQB....
Yang terbayang saat itu adalah rasanya gue pengen mati aja daripada berbeda. Apa yang gue lihat selama ini, manusia selalu membenci kami yang berbeda. Mereka menyamakan kami dengan pembunuh, dengan perampok. Mereka menjauhi kami, mengucilkan kami seolah-olah kami sudah merampas kebahagiaan mereka.
Salah satu hal yang paling gue inget dan bikin nyesek itu adalah kata-kata seorang ibu di suatu tempat antah berantah. Dia gak tahu kayaknya kalo gue juga "berbeda".
"Katanya, ibu itu begitu ya. Ih saya sih takut, nanti kalo anak saya belajar sama ibu itu, anak saya diajarin macem-macem yang gak jelas. Nanti anak saya ketularan sakit jiwa juga deh"
Sedih banget sebenernya denger kata-kata kaya gitu. Manusia sepertinya terlalu takut akan perbedaan. Gue, yah gue, cuma pasang tampang biasa aja, melenggang berlalu. Seperti biasanya. Terselubung, hahaha XD
Gue berharap good readers adalah sosok yang menghargai perbedaan~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar